Sulitnya Pernikahan Muslim Inggris

21 Mar

Pernikahan generasi muda muslim di Inggris Raya yang tidak tercatat secara hukum dilaporkan meningkat, seperti temuan BBC Asian Network. Ini terjadi karena pasangan menikah secara Islam tanpa upacara sipil — yang dibutuhkan agar perkawinan mereka sah secara hukum Inggris.
Shaheeda Khan menikahi tunangannya dengan upacara tradisi agama Islam, di rumah mereka di Birmingham.

Setelah menikah, pasangan itu pindah ke London untuk memulai hidup baru bersama, tetapi 13 bulan setelah menikah, Shaheeda menyadari perkawinannya tidak terdaftar secara hukum.

“Saya harus menunjukan surat nikah ketika saya mendaftar ke Universitas. Ketika itu saya sadar saya tidak memilikinya dan saya sangat terkejut,” kata dia.

Shaheeda, yang namanya aslinya dirahasiakan, mengatakan dia meminta suaminya untuk mendaftarkan pernikahan mereka, tetapi ditolak.

Beberapa bulan kemudian, dia kembali ke rumah dan mengetahui kunci pintu depan rumahnya telah diganti dan dia telah terusir dari rumahnya.

“Saya tak punya rumah. Saya mencoba langkah hukum tetapi gagal,” jelas Shaheeda. “Saya telah membayar kredit rumah tetapi tempat tinggal kami bukan atas nama saya, jadi saya kehilangan semuanya.”

Akhirnya, Shaheeda kembali ke rumah keluarganya.

”Itu merupakan perkawinan yang paling berat yang pernah saya alami. dan merupakan saat terburuk dalam hidup saya,” jelas dia.

Tersebar luas
Pengacara keluarga Aina Khan mengatakan jumlah kasus yang sama dengan Shaheeda meningkat. “Pasangan muslim yang pernikahannya tidak tercatat secara hukum menunjukan tren peningkatan,” jelas Khan.

”Masalah yang menyebar luas dengan cepat dan seperti bom waktu karena menimpa sebagian besar pemuda muslim, yang berusia dibawah 30 tahun atau awal 30 an.”

Khan mengatakan seseorang tidak memiliki hak dalam perkawinan jika hubungan itu berakhir atau pasangannya meninggal dunia.

Dia mengatakan :”Rekan saya dan saya menemui ratusan kasus yang menyimpang akibat pernikahan yang tidak terdaftar.

“Sebab pasangan hanya memiliki hak hidup sebagai suami istri, dan akan sangat mahal dan rumit agar seseorang mendapatkan keadilan secara hukum jika pernikahan berakhir.”

Dr Ghayasuddin Siddiqui, Kepala Parlemen Muslim Inggris Raya, mengatakan kehidupan perempuan muslim berada dalam keterpurukan karena pernikahan mereka tidak terdaftar.

”Ini merupakan masalah utama dalam komunitas” kata Dr Siddiqui. “Tetapi sangat sulit untuk diketahui jumlahnya, karena tidak ada angka yang tercatat. Tetapi dalam jumlah ratusan tidak ribuan.”

Shaista Gohir merupakan Ketua organisasi jaringan perempuan Inggris Raya. Dia mengatakan masalah meningkat, dalam sejumlah kasus, di luar ketidaktahuan pemuda muslim yang percaya pernikahan adalah mengikat secara hukum.

‘Jika pasangan sudah nikah di negara muslim, kemudian pernikahan diakui dalam hukum Inggris. Tetapi jika pernikahan dilakukan di negara ini, banyak yang tidak menyadari pernikahan tidak diakui hukum,” jelas dia.

Bagaimanapun, Gohir mengatakan, sejumlah pasangan memilih untuk menunggu dan menguji pernikahan itu sebelum mereka melakukan upacara sipil.

Eksploitasi

Pasangan dari Leicester Saila and Riaz Choudary, keduanya berusia 25 tahun, mereka menunggu beberapa tahun setelah nikah, sebelum mengelar upacara pernikahan sipil.

”Saya ingin merasa yakin sebelum melakukan upacara pernikahan sipil,” kata Saila.

“Perceraian menghabiskan banyak uang dan saya ingin menghindarkan percekcokan jika perkawinan tidak berjalan sesuai keinginan.”

Gohir mengatakan banyak pasangan yang akan mendaftarkan pernikahan mereka nanti, tetapi banyak juga yang akhirnya tidak melakukannya.

Dr Siddiqiui menambahkan dia percaya sebagian perempuan muslim telah dieksploitasi pasangan mereka dengan menjanjikan perkawinan sipil setelah nikah secara Islam.

”Kondisi ini memungkinkan laki-laki muslim untuk mengontrol istri mereka karena mereka bisa mengancam untuk meninggalkan pasangannya dan mengakhiri nikah siri hanya dengan mengucapkan kata ‘cerai, cerai, cerai’ kepada istri,” kata dia.

”Ini juga memungkinkan laki-laki untuk melakukan poligami. Saya mengetahui kasus dimana laki-laki memiliki sejumlah istri karena mereka hanya menikah siri dengan pasangannya.”

Dia ingin perempuan muslim melindungi diri mereka dengan melakukan upacara pernikahan sipil sebelum nikah secara Islam. Dia juga meminta kepada seluruh masjid untuk mendaftar agar bisa menggelar upacara pernikahan sipil.

Langkah ini akan membolehkan pasangan untuk nikah secara Islam dan sekaligus mencatatkan perkawinan mereka.

”Masalahnya adalah hanya sedikit masjid di seluruh negara ini yang mendaftarkan diri,” kata Dr Saddiqiui.

“Saya tidak tahu mengapa kasus yang sangat sederhana ini bisa terjadi – yang harus mereka lakukan hanya mengisi formulir.

”Pemimpin agama harus memiliki tanggung jawab yang besar untuk melindungi perempuan muslim sehingga tidak menderita.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: