Hukum Memakai Batu akik

3 Feb

image

Akhir-akhir ini demam batu akik/gemnstone, hampir diseluruh kawasan Indonesia  dari pinggir jalan sampai mall pun pasti ada penjual batu akik. Saya sendiri sebenarnya juga kurang berminat dengan batu akik ini. Minggu kemarin ketika saya berkunjung ke Jakarta untuk menyelesaikan olah data skripsi saya, saya diajak teman saya ke rawa bening tepatnya didepan stasiun kereta api Jatinegara. Masuk kedalam mall ini saya takjub, ternyata mall ini pusat penjualan batu mulia di Jakarta. Dari berbagai batu mulia yang berharga puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah, dari batu “bakalan” hingga batu yang sudah “wow”.

Ternyata temannsaya membeli batu bakalan yang akan diolah sendiri dirumahnya. Sehari mencermati bagaimana teman saya mengolah batu pancawarna dari memotong sampai menggosok sampai siap jual. Sehabis magrib saya diantarkan pulang kembali ke penginapan saya di kawasan Gajah Mada. Dalam perjalan pulangbtemannsaya memberikan saya kenang-kenangan berupa batu akik yang katanya batu Giok Aceh. Saya sempat menolak pemberian tersebut, tetapi teman saya tetap memaksa sambil berkata “temennya pengusaha batu kok km ga punya oleh oleh dari aku”, ga enak mau menolak akhirnya saya terima pemberian itu. Tapi di jalan saya berfikir gimana hukumnya menurut Islam kalau memakai batu akik. Akhirnya saya browsing dan menemukan jawabannya. Berikut penjelasannya :

Untuk menanggapi pertanyaan pertama, kami akan mengemukakan sebuah riwayat Imam Muslim yang menjelaskan bahwa cincin Rasulullah saw itu terbuat dari perak dan batu mata cincinya berasal dari negeri Habasyi.

 
 عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ وَرِقٍ وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا -رواه مسلم

“Dari Anas bin Malik ra ia berkata, bahwa cincin Rasulullah saw itu terbaut dari perak dan mata cincinya itu mata cincin Habasyi”. (H.R. Muslim)

Menurut Imam Nawawi para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah batu yang berasal dari Habasyi. Artinya batu mata cincinya itu dari jenis batu merjan atau akik karena dihasilkan dari pertambangan batu di Habsyi dan Yaman. Pendapat lain mengatakan bahwa batu mata cincinya berwarna seperti warna kulit orang Habasyi, yaitu hitam.

Sedangkan dalam Shahih al-Bukhari terdapat riwayat dari Hamin dari Anas bin Malik yang menyatakan mata cincinya itu terbuat dari perak. Dalam pandangan Ibnu ‘Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih.

Dari sinilah kemudian lahir pendapat lain yang mencoba untuk mempertemukan riwayat Imam Muslim dan Imam Bukhari. Menurut pendapat ini, baik riwayat yang terdapat dalam Shahih Muslim maupun Shahih al-Bukhari adalah sama-sama sahihnya. Maka menurut pendapat ini Rasulullah saw pada suatu waktu memakai cincin yang matanya terbuat dari perak, dan pada waktu lain memakai cincin yang matanya dari batu yang berasal dari Habsyi. Bahkan dalam riwayat lain menyatakan bahwa batu mata cincin beliau itu dari batu akik.

وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا ) قَالَ الْعُلَمَاءُ يَعْنِى حَجَرًا حَبَشِيًّا أَىْ فَصًّا مِنْ جَزْعٍ أَوْ عَقِيقٍ فَإِنَّ مَعْدِنَهُمَا بِالْحَبَشَةِ وَالْيَمَنِ وِقِيلَ لَوْنُهُ حَبَشِىٌّ أَىْ أَسْوَدُ وَجَاءَ فِى صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ مِنْ رِوَايَةِ حَمِيدٍ عَنْ أَنَسٍ أَيْضًا فَصُّهُ مِنْهُ قَالَ بْنُ عَبْدِ الْبَرِّ هَذَا أَصَحُّ وَقَالَ غَيْرُهُ كِلَاهُمَا صَحِيحٌ وَكَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى وَقْتٍ خَاتَمٌ فَصُّهُ مِنْهُ وَفِى وَقْتٍ خَاتَمٌ فَصُّهُ حَبَشِىٌّ وَفِى حَدِيثٍ آخَرَ فَصُّهُ مِنْ عَقِيقٍ

“(Dan mata cincinnya itu mata cincin Habasyi). Para ulama berkata maksudnya adalah batu Habasyi yaitu batu mata cincin dari jenis batu merjan atau akik. Karena keduanya dihasilkan dari penambangan batu yang ada Habsyi dan Yaman. Dan dikatakan (dalam pendapat lain) warnanya itu seperti kulit orang Habasyi yaitu hitam. Begitu juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari riwayat dari Hamid dan Anas bin Malik yang menyatakan bahwa mata cincinya itu dari perak. Menurut Ibnu Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih. Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa keduanya adalah sahih, dan Rasulullah saw pada suatu kesempatan memakai cincin yang matanya dari perak dan pada waktu lain memakain cincin yang matanya dari batu Habasyi. Sedang dalam riwayat lain dari akik.” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Bairut-Dar Ihya` at-Turats al-‘Arabi, cet ke-2, 1392 H, juz, 14, h. 71)

Namun terdapat keterangan lain yang menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah salah satu jenis batu zamrud yang terdapat di Habasyi yang berwarna hijau, dan berkhasiat menjernihakan mata dan menjelaskan pandangan”

وَفِي الْمُفْرَدَاتِ نَوْعٌ مِنْ زَبَرْجَدَ بِبِلَادِ الْحَبْشِ لَوْنُهُ إِلَى الْخَضْرَةِ يُنَقِّي الْعَيْنَ وَيَجْلُو الْبَصَرَ

“Dan di dalam kitab al-Mufradat, (batu cincin yang berasal dari Habasyi) adalah salah satu jenis zamrud yang terdapat di Habasyi, warnanya hijau, bisa menjernihkan mata dan menerangkan pandangan” (Lihat Abdurrauf al-Munawi, Faidlul-Qadir, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1451 H/1994 M, juz, 5, h. 216)

Lantas bagaimana hukum memakainya? Menurut Imam Syafi’i hukum memakai batu mulia atau batu akik seperti batu yaqut, zamrud dan lainnya adalah mubah sepanjang tidak untuk berlebih-lebihan dan menyombongkan diri.

قَالَ الشَّافِعِيُّ- وَلَا أَكْرَهُ لِلرِّجَالِ لُبْسَ اللُّؤْلُؤِ إلَّا لِلْأَدَبِ وَأَنَّهُ مِنْ زِيِّ النِّسَاءِ لَا لِلتَّحْرِيمِ وَلَا أَكْرَهُ لُبْسَ يَاقُوتٍ أَوْ زَبَرْجَدٍ إِلَّا مِنْ جِهَةِ السَّرَفِ وَالْخُيَلَاءِ

“Imam Syafii berkata dalam kitab al-Umm, saya tidak memakruhan laki-laki memakai mutiara kecuali karena terkait dengan etika dan mutiara itu termasuk dari aksesoris perempuan, bukan karena haram. Dan saya tidak memakrukan (laki-laki, pent) memakai yaqut atau zamrud kecuali jika berlebihan dan untuk menyombongkan (diri)”. (Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, h. 221)

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Dan saran kami jangan pernah memakai batu cincin karena berniat menyombongkan diri dan takabbur. Bahkan bukan hanya batu cincin, tetapi semua yang kita kenakan juga.

Sumber : Nahdlatul Ulama

Indonesian citizen No Need Visa To Europe

2 Jan

JAKARTA – One step more, a citizen of Indonesia no longer need to have a visa for the country visited Schangen, namely European countries, except Britain and Ireland.

Head of Immigration Office Soekarno Hatta Airport, Rochadi Iman Santoso, reporters when met at the Office of the Ministry of Justice and Human Rights Region of Jakarta, Friday (30/12/2011), said Indonesia only need to achieve the status of Annex 1. Baca lebih lanjut

Perkembangan Hukum Humaniter Internasional

4 Nov

Baca lebih lanjut

Pengertian ide ide politik

4 Nov

Pengertian ide ide politik
• Karl Marx : ideology sebagai pemikiran kelas penguasa, yang dimaksudkan untuk merasionalkan atau member justifikasi terhadap tertib yang berlakuserta hak hak istimewa yang dimiliki kelas penguasa tersebut
• Manheim : ideology sebagai pemikiran yang condong mengedepankan kepentingan klas klas yang dominan dalam masyarakat
Factor yang membedakan ide politik dan bentuk bentuk pemikiran lainnya
• Ruang lingkup ideology jauh lebih luas dan komprehensif
• Ideology politik secara tegas merumuskan premis piremis dasarnya
• Ideology politik lebih sistematis dalam mengintefrasikan satu atau lebih kepercayaan yang cukup menonjol dalam masyarakat
• Ideology politik lebih menekankan tumbuhnya kesetiaan dan kesepakatan
• Ideology politik selalu terkait dengan organisasi yang akan merealisasikannya Baca lebih lanjut

UNESCO threatens to remove the Status of Borobudur and Prambanan!

21 Okt

Baca lebih lanjut

This 5 Techniques Removing Permanent Tattoos and side effects

16 Okt

Owners are generally aware that a permanent tattoo ‘painting’ it will stick in the skin throughout life. But there are also regrets or less satisfied, and then want to delete it. The way of slicing the skin starts to use the laser.

Generally eliminate the risk of tattoo is a scar, which is sometimes more disturbing than the appearance of the tattoo itself. Because it’s for anyone who wants to get a tattoo, think really all the risks so as not to regret later. Baca lebih lanjut

Stop Visa TKI Evidence Arabia does not care about the Migrant Workers

1 Jul

Government of the Kingdom of Saudi Arabia stopped issuing visas to Indonesian workers (TKI) as a labor system reform measures. This attitude is considered further clarify the Government of Saudi antiperlindungan on migrant workers in their country. That should do is not to stop issuing visas, but to ensure the protection of migrant workers.
Baca lebih lanjut